Ahlan Wasahlan

Jumat, 30 Desember 2011

Cerita Seorang Guru


Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah, Didalamnya, dituntut pengabdian, dan juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.

Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang.Apalagi, menjadi guru bagi anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy (sindroma gangguan otak belakang).

Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak disana berumur antara 9-12 tahun,tapi kemampuan mereka setara dengan anak berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.

Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik. Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian anak yang beradu dengan lantai.

Saya merasa canggung dengan semua itu.Na mun, perasaan itu hilang, saat melihat seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk, duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas merekasa mbil bermain. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan kepandaiannya menyusun huruf.

Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia pun juga tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel,begitu yang kami lakukan. Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa damai dan hangat.Se mentara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar. Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu. Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.

Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah membereskan beberapa permainan,

anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing. Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya. Tangan yang bersedekap diatas meja,dengan tatapan polos kearah depan, saya yakin, membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.

Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat mata mereka semua terpejam.

Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat” kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya. Ddduh, ada apa ini?

Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam, mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya,sa mbil berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya. Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk sekedar mencium tangan saya.

Anak yang terakhir telah mencium tangan saya.Kini, tatapan saya bergerak ke samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya.Bangga kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.

***

Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi gurujuga bukan pekerjaan yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar,juga pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri.Sebab mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.

Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya

kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan. Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik mereka.

Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru. Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu, dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang berbeda disana. Cobalah. Rasakan.

~.: Lelaki shaleh :.~


~~ Suami Sholeh, Harta yang Paling Berharga Buat Istri (yang Sholehah) ~~

~~ Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.

~~ Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak. Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.

~~ Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.

~~ Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.

~~ Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.

~~ Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh ALLAH.

~~ Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan ALLAH.

~~ Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.

~~ Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.
Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…”. (QS. An-Nur (24): 26)

Kamis, 29 Desember 2011

::: Dzikir Harian :::



* Minggu : Yaa hayyu yaa qayuum.

*Senin : Laa khaulaa walaa quwata illabillah.

*Selasa : Allahumma sholii alla sayyidinaa Muhammad.

*Rabu : Astaghfirullahal adhim.

*kamis : Subhanalah wabihamdih.

*jum'at : Ya Allah.

*Sab'tu : LaaillahailAllah.

di baca sebanyak 1000 x.

InsyaAllah akan mendapat keberkahan ,rizki, Dan ketenangan jiwa...

aaamiin ya Allah.

semoga bermanfaat...

Rabu, 28 Desember 2011

.: MEMELIHARA CINTA :.


CINTAILAH seseorang itu atas dasar siapa dirinya sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Malah, kisah lampau yang berlaku tidak perlu diungkit lagi sekiranya hati benar-benar menyintai dirinya.

Sememangnya hidup bercinta dan untuk dicintai amat mudah, tetapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai sukar diperoleh. Ikuti tip bagi memelihara cinta sejati.

1. Pilih pasangan yang sesuai

Janganlah sesekali jatuh cinta dengan seseorang yang sangat berpotensi. Wang dan rupa bukannya penyuntik cinta sejati. Terlalu banyak pasangan memilih teman hidup yang sebegini dengan harapan mereka berpeluang menikmati segalanya.

Secara jujur, tanyalah pada diri sendiri: “Dapatkah aku mencintai dia dengan cara yang sebenarnya tanpa harapan untuk berubah?” Jika tidak, buatlah keputusan untuk cari yang lain.

2. Jangan terburu-buru

Jangan menurut kehendak nafsu seks. Pasangan yang melakukan hubungan seksual akan mencipta suatu keintiman yang salah dan boleh menuju ke arah kekecewaan.

3. Percaya akan kelemahannya

Jangan mengabaikan keputusan untuk memiliki sesuatu hubungan atau perkara yang diingininya. Misalnya, jika pasangan membuat suatu penyataan seperti, ’saya tidak melaksanakan komitmen dengan baik,” percayalah dia.

Anda seharusnya tanya pada diri sendiri; ‘adakah dia sudah bersdia menghabiskan waktu untuk aku atau semata-mata untuk hobinya kemudian baru mengingati aku.’

4. Tutup mulut

Jangan cuba menceritakan tentang keburukan atau kelemahan pasangan kepada rakan. Bertanggung jawab dalam mengungkap perasaan anda terhadapnya dan saling merahsiakan antara satu sama lain. Cara sebegini dapat mengelakkan daripada berlakunya sesuatu konflik dan hubungan emosional anda berdua.

5. Terima seadanya

Terima pasangan dengan niat hati yang ikhlas. BUkan hanya sewaktu bercinta, pada awal perkahwinan dan sewaktu berbulan madu, tetapi amalkan date night sekali seminggu.

6. Jadi pemerhati

Bersikap pemerhati terhadap pasangan. Cuba memerhati dan memahami tingkah laku dan pemikirannya. Paling penting, sentiasa mengambil berat setiap apa yang berlaku. Ini mengelakkan daripada pasangan berani menipu dan cuba melakukan sesuatu di luar jangkaan.

7. Buktikan siapa diri anda

Fokus pada setiap perkara yang anda gemari dan tidak daripada pasangan, serta cuba berbincang cara bagaimana menyelesaikan masalah tersebut berdua.

8. Mr . Right kembali

Sedang asyik bercinta, orang yang pernah berpaut di hati anda suatu masa dahulu, tiba-tiba muncul di hadapan. Bagi anda yang menghadapi masalah sebegini, adalah suatu perkara sukar untuk diselesaikan, bukan?

Perasaan buntu dan bercelaru tentunya datang dan memaksa diri membuat keputusan. Buat keputusan agar tidak menyintainya lagi. Lupakan segala sejarah silam dengan memulakan kehidupan dan cinta baru.

9. Bukan perigi cari timba

Anda tidak pernah merakan bahawa cinta sejati seperti objek yang keras atau seolah-olah berke! lakuan syok sendiri. Malah, anda haruslah sama-sama berinteraksi dan berbincang terhadap apa yang berlaku dalam perhubungan.

10. Hargailah diri sendiri dan pasangan

Hubungan yang sihat akan meningkatkan penghargaan diri dan pasangan. Untuk memperoleh hubungan yang lebih harmoni, setiap pasangan perlu menghargai diri sendiri dengan cuba mengungkapkan kata-kata romantis atau lakukan sesuatu kejutan terhadap dirinya

Minggu, 25 Desember 2011

Bersyukur


Rasa syukur membuat hidup kita menjadi indah
Rasa syukur membuat yang sedikit terasa cukup dan berkah
Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga
Rasa syukur mengubah masalah yang kita miliki menjadi hikmah yang bernilai
Rasa syukur mengubah hidangan sederhana terasa menjadi istimewa
Rasa syukur mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman
Rasa syukur mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga
Rasa syukur mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan
Rasa syukur mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan
Rasa syukur mengubah penolakan menjadi penerimaan
Rasa syukur mengubah kebenciaan di hati menjadi kasih sayang
Rasa syukur menciptakan kedamaian dan ketenangan hati
Rasa syukur mengubah emosi menjadi latihan kesabaran
Rasa syukur menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis
Rasa syukur menjadikan masa sekarang keindahan dan kesenangan
Rasa syukur menjadikan hari esok penuh harapan
Rasa syukur menciptakan visi ke depan yang penuh harapan Bila hatimu dipenuhi rasa syukur
Hidup menjadi selalu indah dan damai ;)


Semoga bermanfaat...aamiin

Selasa, 20 Juli 2010

Bolehkah Seorang Muslimah Menjadi Cantik?



Cantik menurut kesehatan adalah sehat jasmani dan rohani. Namun tak diragukan lagi, bahwa ketika kita bicara cantik, umumnya akan menyangkut tentang wajah dan kulit. Saat ini banyak usaha-usaha untuk meremajakan kulit (skin rejuveniting) yang dilakukan agar kulit tampak lebih 'cling'. Usaha-usaha tersebut antara lain:

1. Pemakaian bahan secara topikal seperti jamu, umbi-umbian

2. Pengelupasan dengan bahan kimia seperti pemakaian AHA dan TCA

3. Pengelupasan secara fisik seperti masker dan luluran

4. Augmentasi seperti pemakaian silikon dan kolagen

5. Penggunaan toxin seperti suntik botox (botulinum toxin)

Tindakan diatas sebenarnya aman untuk dilakukan asalkan disesuaikan dengan jenis kulit dan frekuensi tindakan. Tapi ada beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan dalam pengawasan dokter seperti suntik botox dan pemakaian silikon/kolagen, walaupun sebenarnya banyak dari dokter yang tidak menganjurkan dilakukan 2 tindakan itu kecuali pada kasus tertentu.

Sedangkan penggunaan alkohol untuk bahan kosmetika dan kesehatan pada pemakaian topikal/luar, hal ini diperbolehkan karena penggunaan alkohol disini hanya sebagai pelarut dan antiseptik dengan kadar dan konsentrasi yang kecil. Kemudian dilihat pula bahwa alkohol merupakan zat yang cepat menguap. Dan belum ditemukannya zat lain selain alkohol yang bisa sebagai pelarut yang aman dan murah. Walaupun demikian pemakaiannya sewajarnya saja.

Dalam talkshow tersebut dipaparkan juga bahwa perawatan harian yang aman yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

- Membersihkan wajah setelah bepergian dengan milk cleanser dan astringen

- Menggunakan pelembab dan sun block dengan SPF15 ketika akan bepergian

- Melakuan masker wajah tiap minggu dan luluran tiap bulan

- Mengkonsumsi air putih 8 gelas perhari dan buah-buahan, serta tidak menggunakan kosmetik yang mengandung mercury

Selain hal diatas, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan kulit kita terlihat lebih tua, yaitu:

- Kulit yang sering terpapar matahari akan terlihat lebih tua 20 tahun

- Stress akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 3 tahun

- Hidup di kota besar akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 5 tahun

- Diet yang yang extrim akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 10 tahun

Wow, ternyata berat juga tantangan hidup di Jakarta untuk kulit kita..

Dalam syariat Islam, perempuan yang ingin tampil cantik itu fitrah. Walau kadang penilaian cantik itu sendiri relatif dan subyektif. Cantik itu sendiri bisa dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu:

1. Cantik secara lahiriah:

- menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
- keserasian dalam berpakaian.

Berpakaian di sini haruslah menutup aurat sesuai dengan Al Qur'an surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59. Setelah memenuhi kriteria tadi, barulah diperbolehkan berpakaian untuk memenuhi nilai estetika, indah dan pantas secara wajar.

2. Cantik secara spiritual:

- Memiliki kedekatan hubungan dengan Allah
- Berusaha menjadi hamba Allah yang taat

3. Cantik emosi dan akhlak:

- memiliki rasa malu, lemah lembut, santun, jujur, amanah, dan menjaga kehormatan dan kesucian diri.

4. Cantik intelektual

Seorang muslimah harus memiliki kecerdasan intelektual dan tidak akan membiarkan dirinya direndahkan, dilecehkan dan dieksploitasi.

Semua hal di atas akan membuat seorang wanita yang mempesona karena memiliki daya tarik kepribadian, meski ia tidak cantik secara fisik. Dan tidak seperti kecantikan fisik yang merupakan pemberian Allah yang tidak boleh diubah, inner beauty seperti kecantikan spiritual, akhlak, dan intelektual dapat diusahakan dan ditingkatkan.

Jadi, bolehkah seorang muslimah menjadi cantik dan melakukan usaha-usaha agar menjadi cantik? Of course boleh banget, Hanya perlu diingat: Luruskan kembali niat kita. Usaha yang kita lakukan adalah dalam rangka merawat tubuh yang merupakan karunia Allah yang harus disyukuri, harus berada dalam koridor-koridor yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Dan jangan sampai membahayakan kesehatan kita sendiri.
Send this story to someone Printer-friendly page

music